Nah siapa yang ingin sikecil tumbuh jadi anak yang sehat dan cerdas. Untuk membuat anak cerdas, selain dari apa yang dia makan tentunya pentingnya stimulasi yang dilakukan ibu loh.

Stimulasi bisa dilakukan dirumah dan bisa dengan berbagai aktivitas keseharian dirumah. Aktivitas ini ternyata memengaruhi kecerdasan si Kecil serta pertumbuhannya. Oleh karena itu, demi tumbuh kembang optimal si Kecil sejak usia dini, saya pun mulai mempraktikkan beberapa kegiatan tersebut.

Ada lima aktivitas yang saya lakukan bersama si Kecil dan bisa Ibu lakukan juga di rumah. Simak yuk, Bu!

1. Beri sentuhan sesering mungkin

Memberikan si kecil sentuhan sesering mungkin bisa bermanfaat loh buat dia. Seperti usapan, pelukan, ciuman dan kasih sayang. Sejak berumur 3 bulan ibu bisa melakukan lebih sering dan rutin. Sentuhan lembut pada bagian tubuh si Kecil akan membantu mengasah kemampuan otaknya untuk merespon suatu hal sehingga tubuhnya ikut bereaksi. Selain itu, kegiatan ini akan mempererat hubungan emosional Ibu dan si Kecil, lho.

 

2. Buat bunyi-bunyian

Buat bunyi-bunyian juga berpengaruh untuk otak sikecil. Seperti contohnya, ari tepukan tangan Ibu, panggilan namanya, atau ketika si Kecil memegang mainan yang bersuara, akan membuatnya menengok dan mendekati sumber bunyi. Selain melatih indra pendengaran dan konsentrasinya, kegiatan ini mampu mengasah kemampuan otak dan merangsang kecerdasannya. Umumnya, dalam 6 bulan pertamanya, si Kecil sudah peka terhadap suara di sekelilingnya.

 

3. Gantung Mainan di atas tempat tidurnya

Nah ini juga bermanfaat loh bu, untuk tumbuh kembang otak si kecil. Tahukah, Ibu? Mainan yang digantung di atas tempat tidur si Kecil akan melatih koordinasi antara mata dan tangannya. Dengan ini si kecil akan belajar untuk fokus terhadap apa yang dia lihat dan mencoba untuk meraihnya. Ibu dapat melakukan ini ketika si Kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan.

 

4. Biarkan sikecil bergerak dan bermain

Di usia 8 bulan, si Kecil biasanya sudah aktif bergerak dengan cara merangkak. Oleh sebab itu, Ibu bisa membiarkannya bergerak bebas ketika ia sedang berada di lantai yang beralas empuk. Dengan mengerakkan tubuhnya otot sikecil akan terlatih untuk menggerakan seluruh anggota tubuhnya untuk merangkak di sekitarnya atau duduk.

Jika sikecil sudah mulai belajar merangkak, duduk, dan berjalan, Ibu bisa mengurangi intensitas untuk menempatkan si Kecil di kereta bayi agar ia lebih aktif bergerak. Tapi pastikan sikecil tetapdalam pantauan ibu ya.

 

5. Bacakan buku cerita

Walaupun sikecil terlihat belum mengerti dan belum mampu mencerna kata-kata sepenuhnya, Ibu bisa mulai membacakan cerita dari buku bergambar di periode usia 8-12 bulan. Suara Ibu ketika membaca cerita akan semakin melatih pendengaran si Kecil dan perkembangan bahasanya, sehingga membantu ia bicara kelak. Nah dengan melihat perpaduan warna-warna cerah di dalam buku bergambar juga mampu mengenalkannya pada objek-objek baru dan merangsang kreativitasnya di kemudian hari.

 

Semoga bermanfaat ya

 

(GAB/Pic.Google)

Author

Write A Comment

%d bloggers like this: