Si kecil mudah marah? Dan Ibu tidak tau harus menanggapi dengan cara apa? Apalagi ketika sikecil tantrum didepan orang banyak. Entah mau marah atau harus bersikap seperti apa. Tidak hanya Ibu saja kog yang binggung menghadapi anak tantrum, semua ibu apalagi ibu baru pasti binggung menghadapi anak tantrum.

Tenang, kemarahan si kecil hanya sesaat kog Bu. Perkembangan emosi nya sedang di tahap yang baru dalam kehidupannya. Cara sederhananya, bimbinglah mereka dan berikan kasih sayang anda sebagi Ibu secara tulus.

Ada beberapa hal yang perlu Ibu ketahui tentang anak tantrum ( kemarahan tiba-tiba) :

  • kemampuannya yang masih terbatas untuk mengungkapkan perasaan dan komunikasi
  • Ingin mandiri
  • Lapar
  • Lelah
  • Bosan

 

Tips menghadapi anak tantrum :

Jangan kehilangan kesabaran

Kebiasaan anak tantrum biasanya berguling, menangis kencang, membuang barang bahkan memukul dan menendang. Yang perlu anda lakukan hanyalah sabar, tarik nafas panjang, dan memahami bahwa anak anda sedang tantrum.

Pahamilah ketika anak marah, ia tidka akan mendengar penjelasan anda. Jadi usahakan jangan berteriak atau mengucapkan hal negative pada anak anda. Cara yang berhasil adalah tetap duduk dengan tenang saat anak sedang marah.

Jika ibu sudah tidak tahan, beberapa ahli menyarankan orang tua untuk meninggalkan sejenak tapi pastikan anak dalam kondisi yang aman. Lalu kembalilah ketika keadaan sudah tenang.

Cara lainnya adalah dengan pelut erat anak anda dengan kesabaran, pastikan si anak juga ikut nyaman dipelukan orang tuanya.

Ingat anda adalah orang dewasa

Jangan lupakan bahwa anda adalah orang dewasa, berapa lamanya tantrum pada anak jagan menyerah terhadap tuntutan yang tidak masuk akal. Jangan pernah merasa malu ketika anak anda berteriak di tengah keramaian, sebab rata rata setiap anak pasti mengalami tantrum jadi bisa di pastikan semua orang tua akan mengalaminya.

Gunakan time-out jika perlu

Time out diberlakukan ketika anak mulai berumur 18 bulan. Time-out bisa membantu ketika anak tantrum dan teknik lain tidak berhasil. Menempatkan anak di area yang tenang tapi membosankan untuk waktu yang tidak lama, yakni sekitar satu menit per usia anak, bisa jadi pelajaran untuk membuatnya tenang dengan sendirinya.

Jangan lupa jelaskan apa yang Anda lakukan, “Kakak kena time-out supaya bisa tenang.” Beri pengertian kalau time-out bukan hukuman. Bila menolak, dengan tegas kembalikan ia ke area time-out. Selain memastikan ia aman, jangan berinteraksi dengannya atau memberi  perhatian selama time-out.

Beritahu Anda mencintainya

Hal penting lainnya adalah beri tahu bahwa anda mencintainya ketika sudah tenang. Anda melakukan ini karena anda ingin yang terbaik buat dia.

 

-Happy parenting Bu-

Author

Write A Comment

Exit mobile version