Beranda Kesehatan Anak Demam Berdarah pada Anak: Gejala Awal yang Sering Dianggap Sepele (Wajib Orang Tua Tahu!)

Demam Berdarah pada Anak: Gejala Awal yang Sering Dianggap Sepele (Wajib Orang Tua Tahu!)

Demam berdarah pada anak sering disalahartikan sebagai demam biasa. Kenali gejala awal, penyebab, dan cara penanganan DBD pada anak agar tidak terlambat.

3 menit baca
5 dibaca
Demam Berdarah pada Anak: Gejala Awal yang Sering Dianggap Sepele (Wajib Orang Tua Tahu!)

Sponsor

Demam Berdarah pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Penanganan Lengkap

Demam berdarah pada anak adalah penyakit yang sering muncul di Indonesia, terutama saat musim hujan. Banyak orang tua terlambat menyadari karena gejalanya mirip dengan demam biasa.

Masalahnya, DBD bisa berubah menjadi kondisi berbahaya dalam waktu singkat.

Apa Itu Demam Berdarah (DBD)?

Demam berdarah adalah infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan trombosit dan kebocoran pembuluh darah.

Pada anak-anak, kondisi ini bisa berkembang lebih cepat dibanding orang dewasa.

Gejala Demam Berdarah pada Anak

Gejala DBD biasanya muncul 4–10 hari setelah gigitan nyamuk.

Gejala awal yang sering muncul:

  • Demam tinggi mendadak (hingga 39–40°C)
  • Sakit kepala
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual atau muntah
  • Nafsu makan menurun

Gejala yang mulai berbahaya:

  • Bintik merah pada kulit
  • Mimisan atau gusi berdarah
  • Anak terlihat lemas atau mengantuk terus
  • Nyeri perut hebat

Banyak orang tua salah paham di fase ini.

Baca juga: Perbedaan Demam Biasa vs Demam Berdarah Ciri, Gejala, dan Kapan Harus Waspada

Penyebab Demam Berdarah pada Anak

Penyebab utama adalah virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.

Faktor yang meningkatkan risiko:

  • Lingkungan dengan banyak genangan air
  • Tidak menggunakan perlindungan anti-nyamuk
  • Sistem imun anak yang masih berkembang

Nyamuk ini biasanya aktif pagi dan sore hari.

3 Fase Demam Berdarah yang Harus Dipahami

DBD tidak hanya soal demam. Penyakit ini punya pola fase yang sering mengecoh.

1. Fase Demam

Demam tinggi selama 2–3 hari.

2. Fase Kritis (Paling Berbahaya)

Demam mulai turun, tapi justru risiko komplikasi meningkat.

Ini yang sering bikin orang tua terkecoh.

3. Fase Pemulihan

Kondisi anak mulai membaik, nafsu makan kembali.

Penanganan Demam Berdarah pada Anak

Sampai saat ini belum ada obat khusus untuk virus dengue. Penanganan fokus pada menjaga kondisi tubuh anak.

Yang bisa dilakukan di rumah:

  • Pastikan anak minum cukup cairan
  • Berikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter
  • Istirahat cukup
  • Pantau suhu dan kondisi anak

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Memberikan obat sembarangan (terutama ibuprofen tanpa rekomendasi dokter)
  • Menunggu terlalu lama saat gejala memburuk

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa anak ke rumah sakit jika:

  • Demam lebih dari 3 hari
  • Anak sangat lemas
  • Muntah terus-menerus
  • Perdarahan (mimisan, gusi)
  • Nyeri perut hebat

Demam berdarah pada anak bukan sekadar demam biasa. Banyak kasus terlambat ditangani karena orang tua mengira kondisi anak sudah membaik saat demam turun.

Padahal, justru di fase itulah risiko paling tinggi terjadi.

Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang anak pulih tanpa komplikasi.

 

Kembali ke Kesehatan Anak

Sponsor

Komentar

Tinggalkan Komentar

0/2000

Tulisan Lainnya

Lihat semua
Newsletter Mingguan

Jangan sampai ketinggalan?

Dapatkan cerita parenting, tips MPASI, dan tumbuh kembang terbaru langsung di kotak masukmu setiap minggu.

Bergabung dengan ribuan ibu Indonesia ✨

Tidak ada spam. Berhenti kapan saja.