Beranda Kesehatan Anak Demam Anak Turun Bukan Berarti Sembuh, Ini 3 Fase Demam Berdarah yang Harus Diwaspadai

Demam Anak Turun Bukan Berarti Sembuh, Ini 3 Fase Demam Berdarah yang Harus Diwaspadai

Kenali 3 fase demam berdarah pada anak mulai dari demam hingga fase kritis. Pelajari gejala DBD anak dan kapan harus segera ke dokter.

3 menit baca
19 dibaca
Demam Anak Turun Bukan Berarti Sembuh, Ini 3 Fase Demam Berdarah yang Harus Diwaspadai

Sponsor

Demam berdarah dengue (DBD) pada anak adalah penyakit yang masih sering terjadi di Indonesia dan dapat berkembang dengan cepat jika tidak ditangani dengan tepat. Banyak orang tua terlambat menyadari karena gejalanya di awal mirip demam biasa.

Padahal, demam berdarah memiliki tiga fase penting yang menentukan tingkat keparahan penyakit. Memahami setiap fase ini bisa membantu orang tua mengambil tindakan yang tepat dan mencegah komplikasi serius.

1. Fase Demam (Hari 1–3)

Fase awal demam berdarah biasanya muncul secara tiba-tiba dengan suhu tubuh yang tinggi.

Ciri-ciri:

  • Demam tinggi hingga 39–40°C
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual atau muntah
  • Wajah tampak kemerahan
  • Anak terlihat lemas

Pada fase ini, kondisi sering disalahartikan sebagai flu atau infeksi ringan.

Penanganan:

  • Pastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi
  • Berikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter
  • Hindari obat antiinflamasi seperti ibuprofen tanpa rekomendasi medis

2. Fase Kritis (Hari 3–7)

Fase ini adalah fase paling berbahaya dalam demam berdarah pada anak. Banyak orang tua terkecoh karena demam mulai turun, padahal kondisi justru bisa memburuk.

Ciri-ciri:

  • Demam menurun secara tiba-tiba
  • Anak semakin lemas
  • Nyeri perut
  • Muntah terus-menerus
  • Perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Anak tampak gelisah atau mengantuk

Fase ini berisiko menyebabkan kebocoran plasma darah yang dapat berujung pada syok.

Tindakan:

  • Segera bawa anak ke rumah sakit jika muncul gejala di atas
  • Jangan menunda pemeriksaan karena kondisi bisa memburuk dalam waktu singkat

3. Fase Penyembuhan (Hari 7 ke atas)

Jika anak berhasil melewati fase kritis, maka akan masuk ke fase pemulihan.

Ciri-ciri:

  • Kondisi anak membaik
  • Nafsu makan kembali
  • Cairan tubuh mulai stabil
  • Muncul ruam kemerahan pada kulit

Pada fase ini, tubuh mulai pulih, namun tetap perlu pemantauan.

Penanganan:

  • Pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup
  • Hindari aktivitas berat
  • Tetap pantau kondisi hingga benar-benar pulih

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan anak ke dokter jika mengalami:

  • Demam tinggi lebih dari dua hari
  • Tidak mau minum
  • Muntah terus-menerus
  • Nyeri perut
  • Tanda perdarahan
  • Anak sangat lemas atau sulit dibangunkan

Cara Mencegah Demam Berdarah pada Anak

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih dari sarang nyamuk:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin
  • Menutup wadah air dengan rapat
  • Mengubur barang bekas yang dapat menampung air
  • Menggunakan perlindungan anti nyamuk
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah

Kesimpulan

Demam berdarah pada anak bukan penyakit ringan. Fase paling berbahaya justru terjadi saat demam mulai turun. Orang tua perlu memahami tiga fase demam berdarah agar dapat mengambil tindakan yang cepat dan tepat.

Jika ada keraguan terhadap kondisi anak, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis untuk mencegah risiko yang lebih serius.

Kembali ke Kesehatan Anak

Sponsor

Komentar

Tinggalkan Komentar

0/2000

Tulisan Lainnya

Lihat semua
Newsletter Mingguan

Jangan sampai ketinggalan?

Dapatkan cerita parenting, tips MPASI, dan tumbuh kembang terbaru langsung di kotak masukmu setiap minggu.

Bergabung dengan ribuan ibu Indonesia ✨

Tidak ada spam. Berhenti kapan saja.