Jadwal Vaksinasi Anak 2026. Panduan Lengkap Kemenkes & IDAI
Jadwal imunisasi anak 2026 ada pembaruan penting termasuk vaksin Heksavalen baru. Panduan lengkap vaksin wajib gratis dan vaksin tambahan, plus cara mengurus yang terlewat

Sponsor
Di awal 2026, Indonesia mencatat lebih dari 8.000 kasus suspek campak hanya dalam 7 minggu pertama sebagian besar menyerang anak yang belum atau tidak lengkap divaksinasi. Di saat yang bersamaan, ada kabar baik dari dunia imunisasi: per 2026, pemerintah Indonesia mulai menerapkan vaksin Heksavalen secara masif dalam program imunisasi dasar nasional.
Vaksin Heksavalen adalah terobosan besar satu suntikan yang memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus (Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B, Hib, dan Polio), menggantikan yang sebelumnya memerlukan beberapa suntikan terpisah. Ini membuat proses imunisasi lebih efisien dan jauh lebih sedikit trauma untuk bayi.
Baca juga
Panduan Lengkap Kesehatan Anak: Semua yang Perlu Orang Tua Tahu, dari Lahir hingga Usia Sekolah
Vaksin Wajib Gratis Program Imunisasi Nasional 2026
Semua vaksin berikut tersedia GRATIS di Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan pemerintah di seluruh Indonesia. Cukup bawa Buku KIA dan datang sesuai jadwal.
| Usia | Vaksin | Penyakit yang Dicegah |
| Lahir (< 24 jam) | Hepatitis B (HB0) | Hepatitis B diberikan maksimal 24 jam setelah lahir |
| 1 bulan | BCG, Polio 0 | TBC paru & selaput otak (BCG); Polio/kelumpuhan |
| 2 bulan | Heksavalen 1, Polio 1, PCV 1, Rotavirus 1 | Difteri, Pertusis, Tetanus, HepB, Hib, Polio; Pneumonia; Diare rotavirus |
| 3 bulan | Heksavalen 2, Polio 2, Rotavirus 2 | Dosis kedua perlindungan dasar |
| 4 bulan | Heksavalen 3, Polio 3 (IPV), PCV 2 | Dosis ketiga + Inactivated Polio Vaccine |
| 6 bulan | PCV 3, Rotavirus 3 | Booster Pneumonia dan Rotavirus |
| 9 bulan | MR (Campak-Rubela) | Campak dan Rubela WAJIB dan gratis |
| 12 bulan | PCV 4 | Booster Pneumonia |
| 15–18 bulan | MR Booster, Heksavalen Booster | Penguatan perlindungan jangka panjang |
| Kelas 1 SD | MR, DT (BIAS) | Booster Campak-Rubela dan Difteri-Tetanus gratis di sekolah |
| Kelas 2 & 5 SD | Td (BIAS) | Booster Tetanus-Difteri |
Tips Posyandu: • Datang di pagi hari untuk menghindari antrean panjang • Bawa Buku KIA setiap kali ini rekam medis imunisasi anak yang paling penting • Tanyakan vaksin apa yang dijadwalkan bulan ini petugas posyandu siap membantu • Pastikan anak dalam kondisi sehat saat imunisasi demam ringan masih boleh, demam tinggi tunda dulu |
Vaksin Tambahan (Opsional, Berbayar) Rekomendasi IDAI 2026
Vaksin berikut tidak termasuk program gratis pemerintah, tapi direkomendasikan IDAI untuk perlindungan optimal. Tersedia di klinik, rumah sakit swasta, dan beberapa puskesmas.
| Vaksin | Usia & Dosis | Penyakit yang Dicegah |
| Influenza | 6 bulan ke atas, diulang setiap tahun | Flu yang bisa memicu komplikasi serius |
| Varisela (Cacar Air) | 12–18 bulan, 2 dosis | Cacar air jika belum pernah sakit |
| Hepatitis A | 2 tahun ke atas, 2 dosis | Hepatitis A penularan lewat makanan/minuman |
| Tifoid | 2 tahun ke atas, diulang tiap 3 tahun | Demam tifoid |
| HPV | Perempuan & laki-laki 9–14 tahun, 2 dosis | Kanker serviks (sudah masuk BIAS terbatas) |
| Dengue | 6–16 tahun, 2 dosis (TAK-003) | Demam Berdarah Dengue |
| HFMD (Penyakit Tangan Kaki Mulut) | 6 bulan – 3 tahun, 2 dosis | HFMD umum di daycare/TK |
| Japanese Encephalitis (JE) | Di atas 9 bulan (daerah endemik) | Radang otak akibat virus JE |
Baca juga :
Bagaimana Jika Imunisasi Terlewat?
Ini pertanyaan yang paling sering ditanyakan dan jawabannya menggembirakan: imunisasi yang terlewat tidak perlu diulang dari awal. Cukup lanjutkan dari dosis yang terlewat (catch-up immunization).
- Cek Buku KIA untuk melihat vaksin apa yang sudah dan belum diberikan
- Konsultasikan ke dokter anak atau puskesmas untuk jadwal catch-up yang tepat
- Untuk anak di atas 7 tahun, beberapa vaksin menggunakan formulasi dewasa yang berbeda penting dikonsultasikan
- Sertifikat imunisasi lengkap kini diperlukan untuk masuk sekolah, beberapa beasiswa, bahkan perjalanan umrah/haji
Mitos vs Fakta Seputar Vaksinasi
| Mitos ❌ | Fakta ✅ |
| Vaksin menyebabkan autisme | Klaim ini berasal dari penelitian tahun 1998 yang sudah ditarik dan terbukti palsu. Tidak ada hubungan antara vaksin dan autisme |
| Anak yang ASI tidak perlu vaksin | ASI memberikan perlindungan parsial, tapi tidak bisa menggantikan imunisasi aktif yang membentuk antibodi spesifik |
| Vaksin mengandung bahan berbahaya | Bahan-bahan dalam vaksin (termasuk pengawet) berada dalam dosis yang sangat kecil dan telah terbukti aman melalui uji klinis ketat |
| Kalau sudah pernah kena penyakitnya, tidak perlu vaksin | Vaksin sering memberikan perlindungan yang lebih kuat dan konsisten dibanding imunitas alami setelah sakit |
| Anak demam setelah vaksin berarti vaksinnya berbahaya | Demam ringan setelah vaksin adalah tanda sistem imun sedang bekerja ini normal dan biasanya berlangsung 1–2 hari |
Apa Itu KIPI dan Bagaimana Mengatasinya?
KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) adalah reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi. Sebagian besar KIPI ringan dan normal:
- Demam ringan (37,5°C–38,5°C) selama 1–2 hari → berikan parasetamol sesuai dosis, banyak minum
- Kemerahan dan bengkak di bekas suntikan → kompres dingin, akan hilang dalam 1–3 hari
Rewel dan tidak nafsu makan → normal, tidak memerlukan penanganan khusus
🚨 Segera ke dokter jika setelah vaksinasi:
• Demam sangat tinggi (>39°C) yang tidak turun dengan antipiretik
• Pembengkakan yang meluas atau terasa sangat panas
• Reaksi alergi berat: wajah bengkak, sesak napas, kulit ruam merata
• Anak tampak sangat lemas atau tidak responsif
Imunisasi adalah salah satu tindakan paling konkret dan paling terbukti yang bisa orang tua lakukan untuk melindungi anak. Bukan sekadar melindungi anak sendiri setiap anak yang divaksin ikut melindungi bayi-bayi lain yang belum cukup umur untuk divaksin.
Cek Buku KIA anak sekarang. Jika ada yang terlewat, hubungi posyandu atau puskesmas terdekat untuk jadwal catch-up.
Disclaimer: Jadwal imunisasi dalam artikel ini berdasarkan rekomendasi IDAI 2026 dan program imunisasi nasional Kemenkes. Jadwal individual bisa berbeda konsultasikan dengan dokter anak atau petugas kesehatan untuk rekomendasi yang paling tepat untuk anakmu.
Sponsor


