Niat Mengobati Demam, Berujung Gagal Ginjal pada Bayi 10 Bulan: Kisah Raina yang Viral dan Jadi Sorotan
Kisah viral bayi 10 bulan mengalami gagal ginjal akut setelah demam. Simak kronologi lengkap, gejala awal, hingga dampak jangka panjang yang perlu diwaspadai orang tua.

Sponsor
Kronologi Lengkap: Dari Demam Hingga Gagal Ginjal
Sebuah kisah yang dibagikan oleh akun Instagram menjadi perhatian publik setelah menceritakan kondisi seorang bayi bernama Raina yang mengalami komplikasi serius setelah demam.
Berdasarkan cerita yang beredar, kejadian bermula pada 2 Juli 2022, saat Raina mengalami demam tinggi hingga mencapai 40,2°C. Setelah dibawa ke puskesmas dan diberi obat, suhu tubuh sempat turun, namun kondisi belum stabil.
Dalam beberapa hari berikutnya:
- Demam naik turun selama 4 hari
- Hasil pemeriksaan awal disebut masih baik
- Memasuki hari ke-5, muncul gejala serius: muntah, diare, mimisan, dan lemas
Kondisi kemudian memburuk:
- Tidak buang air kecil selama beberapa hari
- Terjadi pembengkakan tubuh signifikan
- Berat badan naik drastis akibat penumpukan cairan
Pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa Raina mengalami gagal ginjal akut, dan harus menjalani perawatan intensif hingga cuci darah.
Kondisi Semakin Memburuk Hingga Masuk ICU
Setelah dirawat, kondisi Raina tidak kunjung membaik: Hari ke-4 masuk PICU (perawatan intensif anak). Hari ke-5 hasil USG menunjukkan gangguan ginjal serius. Hari ke-7 hingga 8 pembengkakan semakin parah. Berat badan yang seharusnya sekitar 8 kg meningkat menjadi 12,6 kg akibat retensi cairan. Dokter kemudian menyatakan bahwa kondisi sudah mengarah pada gagal ginjal dan membutuhkan penanganan spesialis serta tindakan cuci darah segera.
Dampak Jangka Panjang yang Dialami
Setelah menjalani perawatan panjang. Cuci darah rutin dari Juli 2022 hingga Maret 2023. Gangguan pertumbuhan. Gangguan penglihatan (dinyatakan buta oleh beberapa rumah sakit). Gangguan pendengaran (tuli berat).
Kondisi ini menunjukkan bahwa komplikasi dari penyakit awal dapat berdampak sangat luas jika tidak tertangani dengan tepat atau terlambat ditangani.
Kenapa Kasus Ini Jadi Perhatian Publik?
Kasus ini viral karena menimbulkan beberapa pertanyaan besar:
- Apakah penanganan awal sudah tepat?
- Apakah ada keterlambatan diagnosis?
- Bagaimana standar penanganan demam pada bayi seharusnya?
Selain itu, narasi dalam cerita juga menyoroti adanya kesulitan dalam proses rujukan dan komunikasi antar fasilitas kesehatan.
Pelajaran Penting untuk Orang Tua
Kasus ini jadi pengingat keras bahwa demam pada bayi tidak boleh dianggap sepele, terutama jika disertai gejala berikut:
- Tidak buang air kecil
- Lemas ekstrem
- Muntah dan diare terus-menerus
- Pembengkakan tubuh
- Demam tinggi lebih dari 3 hari
Baca juga:
Demam Anak Turun Bukan Berarti Sembuh.
Jika muncul tanda-tanda tersebut, orang tua disarankan segera mencari penanganan medis lanjutan, bahkan jika perlu langsung ke rumah sakit besar.
Kisah Raina menjadi refleksi penting bagi banyak orang tua tentang betapa cepatnya kondisi anak bisa berubah dari terlihat “demam biasa” menjadi kondisi serius.
Kewaspadaan, kecepatan bertindak, dan pemantauan gejala menjadi kunci dalam mencegah komplikasi yang lebih berat.
Dilansir dari unggahan akun Instagram srirubiyantii yang membagikan kronologi lengkap kondisi Raina.
Sponsor


