Beranda HFMD / Penyakit Tangan Kaki Mulut pada Anak: Gejala, Penularan & Perawatan di Rumah

HFMD / Penyakit Tangan Kaki Mulut pada Anak: Gejala, Penularan & Perawatan di Rumah

HFMD sangat umum di daycare dan TK Indonesia tapi banyak orang tua tidak mengenali gejalanya sampai terlambat. Panduan lengkap gejala, cara perawatan di rumah, dan kapan harus ke dokter.

6 menit baca
4 dibaca
HFMD / Penyakit Tangan Kaki Mulut pada Anak: Gejala, Penularan & Perawatan di Rumah

Sponsor

Senin pagi, guru TK mengirim pesan ke grup WhatsApp: 'Ada beberapa anak di kelas yang terdeteksi HFMD, mohon pantau kondisi putra-putrinya.' Dua hari kemudian, si Kecil pulang dengan keluhan sakit di mulut dan bintik-bintik merah di telapak tangannya.

HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) atau Penyakit Tangan Kaki Mulut adalah salah satu penyakit anak yang paling umum di Indonesia terutama di lingkungan daycare dan TK di mana anak-anak berinteraksi dekat satu sama lain. Tapi meski umum, banyak orang tua yang tidak mengenali gejalanya sampai penyakit sudah berkembang.

Baca juga:

Panduan Lengkap Kesehatan Anak: Semua yang Perlu Orang Tua Tahu, dari Lahir hingga Usia Sekolah

Apa Itu HFMD?

HFMD adalah infeksi virus yang paling sering disebabkan oleh Enterovirus terutama Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 (EV71). Penyakit ini menyerang terutama anak-anak di bawah 10 tahun, dengan kasus terberat biasanya pada anak di bawah 5 tahun.

Di Indonesia, HFMD cenderung meningkat di musim transisi (pancaroba) dan di awal tahun ajaran baru ketika anak-anak berkumpul kembali setelah liburan. Tahun 2026 menunjukkan peningkatan kasus HFMD di beberapa kota besar, sejalan dengan pembukaan kembali fasilitas pendidikan anak usia dini secara penuh.

Gejala HFMD: Kenali Sejak Dini

HFMD memiliki pola gejala yang khas mengenalinya lebih awal membantu orang tua mengambil tindakan yang tepat dan mencegah penularan lebih lanjut.

Fase 1 (Hari 1–2): Gejala Awal yang Sering Diabaikan

  • Demam ringan sampai sedang (38–39°C)
  • Anak tampak rewel dan kurang nafsu makan
  • Sakit tenggorokan anak menolak makan atau minum
  • Kadang disertai pilek ringan

Fase 2 (Hari 2–3): Tanda Khas Muncul

  • Sariawan atau luka di mulut (ulkus) di lidah, gusi, atau bagian dalam pipi. Ini yang sering membuat anak menolak makan karena sangat nyeri
  • Bintik atau lepuhan kecil di telapak tangan dan kaki bisa menyebar ke sela-sela jari, tumit, dan bokong
  • Pada beberapa anak: ruam atau lepuhan juga muncul di lutut, siku, atau area bokong

Ciri Khas Lepuhan HFMD:

• Ukuran kecil (2–5mm), berisi cairan bening atau sedikit keruh

• Dikelilingi area kemerahan

• Tidak terlalu gatal (berbeda dari cacar air)

• Muncul dalam 1–2 hari, biasanya mengering dalam 5–7 hari

• Lokasi khas: TELAPAK tangan dan kaki (bukan punggung tangan/kaki)

Bagaimana HFMD Menular?

Memahami cara penularan sangat penting untuk mencegah penyebaran terutama di keluarga yang punya lebih dari satu anak.

Cara PenularanKapan Paling Menular
Kontak langsung dengan cairan dari lepuhan yang pecahMinggu pertama sakit adalah periode paling menular
Droplet dari batuk, bersin, atau air liurBahkan sebelum gejala muncul (1–2 hari sebelum bintik terlihat)
Kontak dengan tinja penderita (fecal-oral)Virus bisa bertahan di tinja hingga beberapa minggu setelah gejala hilang
Permukaan yang terkontaminasi (mainan, gagang pintu)Virus bisa bertahan beberapa jam di permukaan keras

Penting: Anak dengan HFMD sebaiknya TIDAK masuk sekolah/daycare

sampai:

• Demam sudah turun minimal 24 jam tanpa obat

• Semua lepuhan sudah mengering dan tidak ada yang baru

• Anak sudah bisa makan dan minum normal

Biasanya 7–10 hari dari awal gejala.

Perawatan di Rumah: Panduan Lengkap

Belum ada obat antivirus spesifik untuk HFMD. Perawatan berfokus pada mengurangi gejala dan memastikan anak tetap terhidrasi dan nyaman.


Mengatasi Demam

  • Berikan parasetamol sesuai dosis berat badan jika demam di atas 38°C atau anak tidak nyaman
  • Ibuprofen bisa digunakan untuk anak di atas 6 bulan jika parasetamol tidak cukup — konsultasikan dosisnya
  • Kompres hangat di dahi untuk kenyamanan

Mengatasi Nyeri Sariawan Ini yang Paling Kritis

Sariawan akibat HFMD bisa sangat menyakitkan sehingga anak menolak makan dan minum sama sekali. Ini risiko utama HFMD dehidrasi akibat tidak mau minum.

  • Berikan makanan dan minuman dingin atau suhu ruangan es krim, yogurt dingin, smoothie yang menenangkan
  • Hindari makanan asin, asam, pedas, atau bertekstur kasar yang bisa mengiritasi sariawan
  • Minuman berstraw membantu anak minum tanpa sariawan terlalu tersentuh
  • Gel sariawan berbahan benzocaine bisa membantu untuk anak di atas 2 tahun konsultasikan dengan apoteker
  • Prioritas utama: pastikan anak tetap minum, meski sedikit-sedikit

Menjaga Kebersihan dan Mencegah Penularan di Rumah

  • Cuci tangan sering terutama setelah ganti popok, setelah anak ke toilet, dan sebelum menyiapkan makanan
  • Desinfeksi permukaan yang sering disentuh: mainan, gagang pintu, remote TV
  • Jangan berbagi peralatan makan, handuk, atau botol minum
  • Jika ada adik yang lebih kecil, pisahkan semaksimal mungkin selama periode menular

 Baca juga:

Jadwal Vaksinasi Anak 2026: Panduan Lengkap Kemenkes & IDAI

Kapan Harus ke Dokter?

SEGERA ke dokter/IGD jika anak dengan HFMD mengalami:

• Tidak mau minum sama sekali selama lebih dari 8 jam → risiko dehidrasi

• Demam sangat tinggi (>39,5°C) yang tidak turun dengan antipiretik

• Kejang

• Napas cepat atau sesak bisa tanda komplikasi ke paru

• Sangat lemas, tidak mau bergerak atau bermain sama sekali

• Leher kaku bisa tanda komplikasi ke otak (jarang tapi serius)

• Mata merah dan berair bersamaan dengan gejala HFMD

• Gejala memburuk setelah hari ke-5

Ke dokter dalam 24-48 jam jika:

• Anak minum sangat sedikit dan kamu khawatir dengan hidrasi

• Sariawan sangat parah dan anak benar-benar tidak mau makan/minum

• Kamu tidak yakin apakah ini HFMD atau kondisi lain

• Bayi di bawah 1 tahun dengan gejala HFMD

Baca juga:

Demam pada Anak: Normal, Waspada, atau Darurat?

HFMD vs Cacar Air: Cara Membedakannya

Banyak orang tua mengira HFMD adalah cacar air padahal keduanya berbeda dan memerlukan penanganan yang berbeda pula.

AspekHFMDCacar Air (Varisela)
Lokasi ruamTelapak tangan, telapak kaki, mulut, bokongSeluruh tubuh — dimulai dari batang tubuh
Jenis ruamLepuhan kecil rata, tidak terlalu gatalLepuhan lebih besar, sangat gatal
Sariawan di mulutYa sangat khasBisa ada tapi tidak dominan
Usia paling terdampakDi bawah 10 tahun, terutama di bawah 5Semua usia yang belum divaksin/pernah sakit
Pencegahan vaksinBelum ada vaksin yang umum di Indonesia (vaksin EV71 tersedia terbatas)Vaksin varisela tersedia lihat jadwal IDAI

Apakah HFMD Bisa Dicegah?

  • Cuci tangan dengan sabun ini intervensi paling efektif, terutama di lingkungan daycare/TK
  • Hindari kontak dekat dengan anak yang terinfeksi
  • Jaga kebersihan permukaan dan mainan yang sering disentuh bersama
  • Isolasi anak yang sakit sampai tidak menular lagi
  • Edukasi anak tentang tidak berbagi makanan, minuman, dan alat makan

HFMD hampir pasti akan dihadapi setiap orang tua yang anaknya aktif di lingkungan daycare atau TK. Yang membuat perbedaan bukan apakah anak terkena, tapi seberapa siap orang tua mengidentifikasi gejalanya lebih awal dan memberikan perawatan yang tepat.

Dengan panduan ini, kamu sudah jauh lebih siap dari kebanyakan orang tua dan itu sudah merupakan perlindungan terbaik yang bisa diberikan untuk si Kecil.

 

Disclaimer: Artikel berdasarkan panduan IDAI dan WHO tentang penanganan HFMD. Untuk kondisi spesifik anak terutama bayi atau anak dengan gejala berat selalu konsultasikan dengan dokter anak ya.

 

Kembali ke beranda

Sponsor

Komentar

Tinggalkan Komentar

0/2000

Tulisan Lainnya

Lihat semua