Bunda, berikut ini adalah alasan kenapa gula dan garam untuk MPASI bayi memiliki lebih banyak faktor yang membahayakan dibanding manfaatnya buat si kecil:

1. Obesitas. Gula berlebih dan obesitas saling terkait. Pola makan tinggi gula berarti ada terlalu banyak kalori, dan bahkan meski bayi aktif, bisa saja jumlahnya melebihi yang dibutuhkan. Semua kalori yang tidak dibakar memicu penambahan berat badan berlebih. Bayi yang gemuk bukan berarti bayi yang sehat ya, Bun.

2. Diabetes. Konsumsi gula berlebih bisa meningkatkan risiko diabetes (biasanya tipe 2) ketika anak beranjak dewasa.

3. Kerusakan gigi. Pemberian gula ke bayi akan memicu kerusakan gigi. Tidak ada yang lebih indah selain melihat senyum bayi dengan deretan giginya yang putih bersih, tapi ini mungkin tidak menjadi kenyataan karena semakin banyak anak mengalami masalah gigi akibat efek makan makanan manis.

4. Hiperaktif. Meski para ahli masih berbeda pendapat mengenai efek gula yang bisa menyebabkan anak hiperaktif, banyak ibu mengatakan kalau hal ini benar. Terlalu banyak gula bisa memicu tingkat gula tinggi menyebabkan anak berloncatan kesana-kemari dan membuat Anda stres dengan tingkahnya.

5. Menolak ASI. Beberapa anak mulai menyukai makanan dengan gula dan garam sehingga menghindari ASI.

6. Masalah ginjal. Seperti telah disebutkan sebelumnya, bayi membutuhkan jumlah garam yang sangat sedikit setiap harinya. Jumlah sodium yang dibutuhkan berasal dari ASI atau susu formula. Bila Anda memberi anak garam dalam jumlah lebih dari yang dibutuhkan untuk usianya, ia berisiko mengalami masalah ginjal nantinya.

7. Lamban/tidak aktif. Terlalu banyak gula pada aliran darah bisa menyebabkan meningkatnya produksi insulin yang kemudian memicu tingkat gula darah menurun mendadak yang membuat bayi menjadi kurang aktif.

8. Batu ginjal. Terlalu banyak sodium pada makanan bisa memicu ekskresi kalsium berlebih oleh ginjal yang menyebabkan batu ginjal. Bagi orang yang tahu bagaimana sakitnya menderita batu ginjal, apakah Anda ingin ini terjadi pada si kecil?

9. Hipertensi. Anak yang mulai mengonsumsi garam sejak dini berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi ketika dewasa, terutama bila penyakit ini menurun di keluarga.

10. Dehidrasi. Garam bisa memicu dehidrasi. Bayi tidak bisa memberitahu Anda ketika merasa haus, bahkan batita tidak akan menyadari kalau mereka mengalami dehidrasi.

11. Osteoporosis. Konsumsi garam dalam jumlah tinggi memicu banyak kalsium di tubuh. Selain batu ginjal, kondisi ini bisa memicu osteoporosis. Osteoporosis merupakan kondisi dimana tulang menjadi tipis dan rapuh. Mengontrol asupan garam di tahun-tahun awal usia anak sebenarnya menurunkan risiko ia terkena penyakit ini.

Bunda, sebagai pengganti gula, ada banyak pilihan buah yang bisa diberikan sesering bayi mau. Meski buah memiliki kandungan gula, tapi ada banyak sekali vitamin dan mineral yang sangat baik untuk anak. Anda bisa membuat aneka makanan manis menggunakan buah-buah ini tanpa perlu menambahkan gula ke dalamnya.

Sedangkan untuk pengganti garam, Bunda bisa menggunakan bumbu aromatik, seperti daun salam, kunyit, bawang, dan lainnya dalam jumlah yang minimal ke MPASI bayi. Diharapkan dengan aroma dan rasa unik dari bumbu-bumbu tersebut, bayi akan makan semakin lahap.

Jadi sudah jelas kan kenapa gula dan garam bahaya buat bayi di bawah 1 tahun? Jangan tergoda lagi ya untuk memberikan bahan makanan tersebut ke dalam MPASInya!

 

Source : Ibupedia.com / Google

Author

Write A Comment

%d bloggers like this: