Home > Bayi > ASI / MPASI > Mitos dan Fakta tentang Tanda Kesiapan MPASI

Mitos dan Fakta tentang Tanda Kesiapan MPASI

Ada banyak mitos dan informasi keliru berkaitan dengan bagaimana mengetahui kalau bayi siap untuk MPASI. Sebagai orang tua baru tentunya kita binggung pilihan yang terbaik untuk si kecil, karena banyak faktor untuk bisa percaya terhadap mitos tersebut.

Namun, jangan kwatir ya Bu berikut ini beberapa diantaranya soal mitos dan fakta kesiapan MPASI buah hati :

  • Berat bayi telah mencapai angka “tertentu

    Hanya karena bayi telah mencapai jumlah berat sekian kg atau dua kali berat lahirnya, tidak berarti ia otomatis siap menerima MPASI, khususnya bila ia berumur kurang dari 6 bulan. WHO merekomendasikan memulai MPASI di usia 6 bulan atau lebih, tidak terkecuali untuk bayi yang memiliki berat badan lebih. Penelitian menunjukkan ada banyak manfaat dari memulai MPASI di usia 6 bulan dan setelahnya untuk semua bayi, berapapun berat badan mereka. Kematangan saluran pencernaan dan kesiapan perkembangan bayi yang jadi pertimbangan, bukan berat badannya.

     

  • Bayi sudah besar jadi perlu mulai MPASI

    Bunda mungkin pernah dapat saran untuk mulai memberikan MPASI karena si kecil sudah besar dan Bunda dianggap tidak bisa memproduksi cukup ASI untuk membuat bayi kenyang. Ini sangat tidak benar Bun. Hampir semua ibu memiliki kemampuan untuk memproduksi ASI yang cukup untuk menyusui secara eksklusif, bahkan buat bayi kembar tiga sekalipun. Bila Anda membiarkan bayi menyusu sesuai permintaan, tubuh Anda akan memproduksi ASI yang cukup untuk bayi. Selain itu, peneliti menyatakan bayi yang menyusu secara eksklusif tidak meningkatkan jumlah ASI yang mereka minum setelah 4 minggu pertama, asupan ASI konstan hingga setelah 6 bulan ketika bayi mulai makan MPASI dan menurun asupan ASI-nya.

    Ibu lain diberitahu kalau bayinya menyusu terlalu banyak, jadi ia harus membatasi asupan ASI dan mulai memberikan MPASI. Tidak ada bukti kalau bayi yang besar dan menyusu akan menjadi anak atau orang dewasa yang besar, dan membatasi menyusu bisa berbahaya untuk bayi.

 

  • Bayi Anda sangat kecil badannya jadi perlu mulai diberikan MPASI

    Hal lain yang jadi alasan ibu mulai memberikan MPASI adalah karena bayinya kecil. Ini tidak masuk akal. ASI memiliki lebih banyak kalori dan nutrisi dibanding jenis MPASI yang bisa Anda berikan ke bayi.

    Penelitian telah menunjukkan, pada bayi di bawah usia 6 bulan, MPASI cenderung menggantikan ASI pada pola makan bayi, bukan menambah asupan total bayi. Jadi memulai MPASI lebih dini justru akan menurunkan bukan meningkatkan jumlah ASI dan kalori yang bayi peroleh secara keseluruhan. Satu rekomendasi pertama untuk bayi yang lambat menambah berat badan adalah dengan menurunkan atau membatasi MPASI dan menyusui lebih sering.

 

  • Bayi membutuhkan MPASI untuk bisa tidur lebih lama di malam hari

    Keyakinan yang berkembang di masyarakat menyatakan MPASI di malam hari akan membantu bayi tidur sepanjang malam. Pendapat ini tidak memiliki dasar sama sekali.

 

  • Bayi perlu mulai MPASI karena tidak ada cukup zat besi di ASI

    Alasan tambahan yang diberikan untuk mulai memberikan MPASI adalah karena kurangnya zat besi di ASI. ASI memiliki tingkat zat besi lebih rendah dibanding susu formula, tapi zat besi di ASI lebih siap terserap oleh usus bayi dibanding zat besi di susu formula.

    Selain itu, bayi yang minum susu formula cenderung kehilangan zat besi dari celah yang berkembang di usus sebagai akibat kerusakan oleh konsumsi susu sapi. Bayi yang menerima ASI tidak kehilangan zat besi ini. Setelah 6 bulan pertama bayi akan memperoleh sumber tambahan zat besi dari selain ASI. Ini bisa diperoleh melalui jumlah MPASI yang sedikit.

 

Source : ibupedia.com / Google
GAB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: