Home > Bayi > ASI / MPASI > Pemberian Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Pemberian Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Pasti ibu sudah tahu ya jika dalam MPASI dibawah 1 tahun harus menghindari menambahkan garam ke makanan bayi atau makanan keluarga yang akan dimakan bayi. Nah sebagai gantinya kita bisa menambahkan  bumbu dan rempah untuk meningkatkan cita rasa untuk makanan si kecil. Dan tentunya untuk membuat si kecil lebih lahap makannya.

Sebisa mungkin tambhakan rempah dan bumbu aromatik ke makanan bayi buatan sendiri adalah cara yang bagus untuk mengembangkan cita rasa lidah si kecil. Rempah ini bisa berupa umbi, biji, buah, kulit kayu atau bahkan akar tanaman. Waspadai bumbu atau rempah-rempah yang sudah jadi juga karena terlalu tinggi garam dan gula.

 

Tujuan memberikan bumbu rempah dalam MPASI?

Memberikan bumbu rempah dalam masakan si kecil tentunya membuat makanan memilki rasa lezat yang pasti disukai sikecil.

Selain itu memperkenalkan variasi dari tahap awal adalah kunci untuk meningkatkan selera makan si kecil sehingga ia tidak tumbuh menjadi picky eater.

 

Kapan makanan bayi bisa ditambahkan bumbu rempah?

Rempah yang ada di indonesia memiliki jenis yang berbeda ya bu. Nah ini bisa jadi solusi untuk menambah cita rasa makanan bayi dengan menambahkan sedikit.

Bumbu ringan dan aromatik seperti kayu manis, ketumbar, mint, kapulaga, saffron, kunyit dan pala dapat diperkenalkan setelah 6 hingga 7 bulan dalam jumlah kecil. Tetapi sekarang pertanyaan utama muncul, bagaimana cara memperkenalkan rempah-rempah?

Nah untuk bayi berumur 9 bulan bisa di tambahkan rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, lada hitam, adas bintang, biji mustard, biji fenugreek, dan jinten.

 

Rempah-Rempah Apa yang Bisa Ditambahkan ke Makanan Bayi?

Bawang Putih
Bawang putih merupaka bumbu umum yang selalu ada di setiap dapur. tentunya bisa ditambahkan sebagai bumbu makanan bayi, yaitu setelah si kecil berumur 7 hingga 8 bulan.

Bawang putih kaya akan Vitamin C, ini membantu bayi Anda dengan cara-cara berikut:

  • Membantu memperbaiki pencernaan
  • Mengatasi flu, batuk, dan infeksi umum
  • Mendukung sistem kekebalan tubuh
  • Membantu meredakan sakit perut
  • Mencegah infeksi perut
  • Memiliki sifat antimikroba

 

Jinten
Jinten adalah biji penyedap  yang paling banyak dikonsumsi. Jinten bisa dimasukkan dalam makanan bayi ketika periode penyapihan mereka telah dimulai, sekitar usia 9 bulan. Jinten memberi manfaat seperti:

  • Membantu mengobati kolik
  • Merawat pencernaan
  • Melawan pilek dan batuk
  • Mencegah infeksi pada saluran gastrointestinal
  • Menghasilkan suara tidur pada bayi
  • Meningkatkan jumlah hemoglobin

 

Fenugreek
Daun Fenugreek juga digunakan untuk menambah rasa di piring sedangkan bijinya digunakan sebagai bumbu masakan. Karena baunya menyengat, bijinya bisa diberikan setelah masa Mpasi, yaitu setelah umur 8 bulan.

 

Kunyit
Kunyit adalah rempah-rempah ringan yang diperoleh dari akar tanaman kunyit. Kunyit kaya akan zat besi, vitamin B6, potassium, dan magnesium. Ini dapat dimasukkan dalam makanan bayi ketika periode Mpasi mereka telah dimulai, sekitar 7-8 bulan. Kunyit merupakan bumbu aromatik yang memberikan manfaat bagi bayi.

 

Ketumbar
Ketumbar adalah ramuan serta bumbu. Daunnya dapat digunakan untuk menghias hidangan dan sup sementara bijinya digunakan untuk membumbui makanan seperti rempah-rempah lainnya. Ketumbar sudah bisa diberikan ketika bayi pada masa Mpasi, sekitar 8 bulan. Ini adalah bumbu aromatik yang membuat makanan bayi semakin beraroma.

Ketumbar juga memiliki manfaat lain seperti:

  • Membantu mencegah gangguan lambung
  • Memiliki sifat antimikroba
  • Membantu pencernaan
  • Bertindak sebagai antiseptik
  • Mengobati diare
  • Membantu dalam mengurangi masalah gas pada bayi

 

Daun Min
Daun min dianggap sebagai herbal, digunakan untuk menghias hidangan sedangkan bubuk min kering digunakan sebagai bumbu untuk membuat masakan beraroma. Bumbu ini dapat dimasukkan dalam makanan bayi ketika masa Mpasi, sekitar 7-8 bulan.

Menjadi bumbu aromatik, mint memiliki aroma yang menyegarkan dan juga memiliki manfaat lain seperti:

  • Memperbaiki pencernaan
  • Membantu mengobati infeksi kulit
  • Mencegah kembung
  • Meningkatkan gerakan usus
  • Mencegah heat stroke
  • Meredakan sakit perut

 

Jahe
Jahe adalah akar yang biasanya dianggap sebagai bumbu. Ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati penyakit tertentu. Jahe menjadi bumbu yang kuat, baik untuk diberikan setelah 8 bulan.

Jahe memiliki beberapa manfaat seperti:

  • Jahe menyembuhkan pilek dan batuk
  • Membantu sakit perut
  • Meningkatkan kekebalan
  • Memperbaiki pencernaan
  • Melawan penyakit
  • Mengobati masalah pernapasan

 

Saffron
Saffron adalah rempah-rempah aromatik yang berasal dari bunga saffron. Diperkaya dengan Vitamin C, Vitamin B6, zat besi, magnesium, dan potassium, bumbu ini bisa diperkenalkan setelah bayi berumur sekitar 6-7 bulan.

Menjadi bumbu aromatik, saffron memiliki aroma yang sangat menenangkan dan juga memberi manfaat seperti:

  • Melawan infeksi
  • Membantu pembentukan jaringan
  • Meningkatkan jumlah sel darah merah
  • Melindungi dan menjaga kesehatan mata
  • Memiliki sifat anti-inflamasi
  • Berfungsi sebagai tonik lambung

 

Kayu Manis
Kayu manis adalah rempah-rempah aromatik, yang diperoleh dari kulit kayu pohon kayu manis yang dikupas dan dikeringkan. Ini memiliki beberapa sifat obat . Kayu manis bubuk dapat diberikan setelah 6-7 bulan.

Menjadi bumbu aromatik, itu menambah rasa ketika dimasukkan ke makanan bayi dan juga memberi manfaat berupa:

  • Memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi
  • Melawan infeksi
  • Meningkatkan fungsi otak
  • Memperkuat imunitas
  • Membantu meringankan hidung tersumbat
  • Membantu pencernaan

 

Kapulaga 
Kapulaga adalah rempah-rempah, mengandung biji aromatik dari tanaman keluarga jahe. Kapulaga kaya akan zat besi, magnesium, kalsium, dan vitamin C. Bubuk kapulaga dapat diberikan setelah 6-7 bulan. Menjadi bumbu aromatik, itu menambah rasa ketika dimasukkan ke makanan bayi, selain itu juga bermanfaat untuk:

  • Aromanya yang aromatik membantu mencegah pilek dan batuk
  • Memerangi kembung
  • Membantu pencernaan
  • Berisi sifat anti-inflamasi.
  • Membantu menyingkirkan cegukan
  • Menjaga kebersihan gigi

 

Pala
Pala adalah rempah-rempah diperkaya dengan protein, serat, magnesium, kalsium, dan zat besi. Buah ini harus diberikan ketika periode penyapihan bayi telah dimulai, sekitar 8-9 bulan. Beberapa manfaat pala di antaranya:

  • Berfungsi lebih baik dari sistem pencernaan
  • Membantu mengeluarkan kelebihan gas dan mengurangi rasa sakit
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan gerakan usus
  • Obati batuk dan pilek biasa
  • Menginduksi tidur yang nyenyak

 

Semoga bermanfaat

(GAB/Pic.Google)

GAB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: