Home > Balita > Penting! Proses Merangkak pada Bayi

Penting! Proses Merangkak pada Bayi

Proses awal dimana bayi mengenal keseimbangan adalah lewat proses merangkak. Dimana bayi mulai menyelaraskan keseimbangan antar tubuh dengan kedua tangan dan kakinya.

Banyak sekali yang bertanya-tanya “kenapa bayiku tidak pernah merangkak?”

Proses bayi merangkak tidak memakan waktu yang tidak lama. Pada akhirnya bayi akan belajar hal-hal lain, seperti berjalan, dimulai dari kegiatan merangkak ini.

 

Penting merangkak untuk bayi

Merangkak adalah fase yang penting dalam milestone nya. Sehingga akan tidak bagus jika bayi melewatkan fase merangkak dalam tumbuh kembangnya.

Banyak sekali perdebatan bahwa fase merangkak tidak terlalu penting untuk bayi. Namun peran orang tua dalam mendukung anak merangkak sangat penting setidaknya dalam waktu ang sebentar.

 

 

Kenapa ?

Pentingnya fase merangkak pada bayi terbukti bahwa, merangkak berperan penting dalam perkembangan kekuatan, keseimbangan, visual-spasial, dan perkembangan sosio-emosional bayi.

Disadur dari ibupedia.com bahwa merangkak melibatkan seluruh tubuh bayi. Ketika bayi merangkak, ia harus menggunakan tangan dan kaki untuk mengangkat tubuhnya menjauh dari lantai. Ketika bayi melawan gravitasi untuk bergerak, ia memperkuat otot bahu, lengan, kaki, dan tangan. Memberi beban pada tangan ketika merangkak berarti bayi mengembangkan kekuatan tangan, dan ini mempengaruhi perkembangan motorik halus. Tindakan merangkak juga berperan penting dalam membentuk kurva tulang belakang, yang penting untuk fungsi spinal ketika ia bertambah besar.

Merangkak mempengaruhi perkembangan kemampuan visual

Ketika merangkak dari satu tempat ke tempat lain, bayi sering menggunakan penglihatan jarak jauh untuk melihat dan mengatur penglihatannya. Ia lalu melihat tangannya, yang membuatnya perlu menyesuaikan fokus mata. Penyesuaian ini bagus untuk melatih otot mata dan meningkatkan penglihatan binokular, yang menjadi kemampuan untuk menggunakan mata secara bersamaan. Penglihatan binokular penting untuk kemampuan membaca dan menulis nantinya.

Merangkak mempengaruhi perkembangan sosio-emosional bayi

Ini berarti emosi positif dan negatif diekspresikan lebih sering dan intens ketika kemampuan merangkak berkembang. Bayi hanya mengembangkan rasa takut pada ketinggian setelah beberapa minggu merangkak. Ketika bayi mulai bergerak mandiri, ia punya kebebasan untuk menentukan tujuan yang menyebabkan meningkatnya kesempatan untuk memenuhi tujuan ini, serta kemungkinan baru untuk mengalami kegagalan. Menentukan tujuan dan berhasil atau gagal menggapainya mempengaruhi perkembangan emosi dan berdampak pada rasa kemandirian dan kepercayaan diri bayi.

Ketika bayi merangkak dengan cara tradisional, sisi kiri dan kanan otak serta tubuh bekerja sama

Tindakan ini disebut integrasi cross-lateral, dan ini membangun dasar kemampuan yang membutuhkan koordinasi motorik. Tapi banyak bayi bergerak dengan berguling atau dengan bokong, dan ini tidak jadi masalah. Anda  bisa selalu melakukan permainan merangkak dengan bayi untuk memberi pengalaman integrasi cross-lateral.

 

Kapan mulai merangkak?

Nah, biasanya bayi akan mulai merangkak pada umur 7 bulan sampai dengan 10 bulan. Kebanyakan bayi akan memulai dengan merayap dengan perutnya atau berguling-guling untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tentu saja ibu tak perlu mengkhawatirkan proses awal merangkak semacam ini. Yang terpenting adalah ia mulai cekatan dan terbiasa menggerak-gerakkan seluruh badannya.

 

Gaya merangkak bayi

1. Merangkak klasik, dengan menggerakkan satu lengan dan kaki berlawanan secara bersamaan untuk maju ke depan.

2. Merangkak ngesot, dengan menggeser bokong pada lantai.

3. Bergerak dengan satu lutut menekuk sedang lainnya lurus.

4. Commando crawl, yakni tengkurap di lantai dan menggunakan lengan untuk bergerak.

5. Merangkak mundur.

 

Cara membantu bayi merangkak

1. Tengkurapkan bayi

Bantu bayi tengkurap, jika bayi menangis saat anda tengkurapkan di lantai, coba tengkurapkan di atas perut ibu. Dengan berada diperut ibu, ia akan merasa aman dan nyaman, tapi tetap terlatih ototnya.

Setiap ia mengangkat kepala untuk melihat anda, ia sedang melakukan latian kecil juga loh bu.

2. Digendong

Dengan di gendong ia juga sedang berlatih meningkatkan kekuatan otot leher. Bagaimana caranya ? Ketika berganti posisi didalam gendongan, bayi akan mengangkat kepala keluar dari gendongan untuk melihat lingkungan sekitar.

3. Ciptakan rasa yang seru

Jika bayi sudah tengkurap, selalu ciptakan suasana yang menyenangkan seperti meletakan mainan agar ia merasa senang. Lalu ibu bisa bernyanyi, dan dekatkan wajah anda di dekatnya. Dengan begitu ia merasakan suasan yang menyenangkan tapi juga tetap berlatih.

4. Gunakan mainan bergerak

Gunakan mainan bergerak juga untuk stimulasi, seperti kereta, mobil, bola untuk ia mainkan

5. Batasi 

Jangan terlalu sering menaruhnya di stoller, bouncher, dan carseat karena bayi perlu bergerak dan bereksplorasi untuk menguasai kemampuan baru, agar dia merasakan kebebasan.

6. Terowongan

Banyak di jual terowongan lantai yang dijual dipasaran. Mainan ini juga efektif dalam medukung bayi merangkak. Seperti bermain kejar kejaran, atau cilukba. Jangan lupa awasi selalu sikecil ya bu.

7. Jangan stres

Buat ibu-ibu yang stres saat melihat si kecil tidak bersemangat untuk merangkak, jangan pernah bandingkan ia dengan sikecl lainnya ya bu, atau memaksakan ia untuk merangkak ketika ia tidak siap. Tunggulah dan tetap berikan dukungan saat ia sedang mencobab merangkak.

 

Semangat ibu!

 

(GAB/Pic.Google)

GAB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: