Home > Bayi > ASI / MPASI > Tak Perlu Panik Moms, BAB Keras Sangat Wajar Saat Bayi Dikenalkan MPASI

Tak Perlu Panik Moms, BAB Keras Sangat Wajar Saat Bayi Dikenalkan MPASI

Selama ini bayi hanya tahu jika makanannya adalah ASI (Air Susu Ibu). Namun saat usianya bertambah dan ASI tidak cukup memenuhi kebutuhan nutrisi anak, MPASI pun mulai diperkenalkan. Lantas apa yang akan terjadi saat tubuh bayi beradaptasi dengan MPASI?

Salah satu perubahan yang terlihat di masa-masa awal pengenalan MPASI adalah bayi yang susah buang air besar atau feses (kotorannya) yang mengeras.

“Hal ini sangat wajar, karena ususnya masih beradaptasi, dari yang biasanya mengonsumsi saja hingga kemudian diperkenalkan MPASI,” terang dr Melisa Anggraeni, Mbiomed, SpA dari RS Siloam Lippo Cikarang kepada¬†detikHealthdan ditulis Rabu (10/6/2015).

Untuk itu, ketika MPASI diperkenalkan, jangan hanya memperhatikan nutrisi dalam MPASI yang dipilih, akan tetapi juga kotoran si bayi. Sebab dari kotoran bayi saja, orang tua bisa melihat apakah tubuh buah hati mereka bisa menerima makanan baru yang diberikan atau tidak.

dr Melissa mengingatkan bentuk kotoran bayi sendiri tidak langsung keras seperti orang dewasa, melainkan encer terlebih dahulu, kemudian seperti pasta, selanjutnya mengeras seperti kotoran kambing hingga keras sekali. “Kalau BAB tahu-tahu jadi keras, atau terlihat sembelit lebih dari lima hari, maupun diare lebih dari satu hari, segera periksakan ke dokter,” sarannya.

Sembelit pada bayi, lanjut dr Melissa, dapat terjadi karena banyak hal. Pertama, alergi atau infeksi. “Kalau bermasalahnya karena alergi ya harus menghindari makanan tertentu, contohnya susu sapi, biasanya ini terjadi pada bayi yang tidak mendapatkan ASI,” katanya.

Kedua, gangguan pada usus besarnya. Ini kerap ditemukan pada bayi di fase transisi pemberian makanan padat. “Jika hal ini terjadi, maka cobalah memberikan bubur buah pir atau plum. Berikan juga air putih,” sarannya.

Hanya saja dr Melisa mengingatkan sembelit pada bayi sebenarnya jarang ditemukan. Itu pun karena dipicu oleh asupan sang ibu sendiri, yang nyatanya tak bisa diterima tubuh buah hatinya. Ini artinya ibu harus memperbanyak konsumsi buah, makanan berserat dan air putih agar ASI-nya lebih sehat bagi pencernaan bayi.

Sependapat dengan dr Melisa, dr Aditya Suryansyah, SpA dari RSAB Harapan Kita mengungkapkan wajar bila bayi juga diare saat diperkenalkan MPASI karena tubuhnya menyesuaikan diri dengan makanan baru. “Selama BAB-nya ada ampas dan anak tetap aktif serta tidak dehidrasi, maka makanan pendamping bisa saja diteruskan,” pungkasnya dalam konsultasi¬†detikHealthbeberapa waktu lalu.

 

Source : detik.com / Google

GAB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: